DIAMOND REOG

Ini barisan ta' bergenderang-berpalu, kepercaya'an tanda menyerbu, sekali berarti, sudah itu mati, MAJU, bagimu negeri menyediakan api, punah dia atas menghamba, binasa diatas ditindas, Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai, jika hidup harus merasai, MAJU, SERBU, SERANG, TERJANG.






Tampilkan postingan dengan label PARKOUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARKOUR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Parkour Bukan Olahraga Extream

Olahraga Parkour mungkin masih terdengar asing di Indonesia, padahal olahraga ini sudah ada cukup lama. Parkour mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan keindahan bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.

Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata “Parkour” itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada abad 19 bernama Georges Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert terinspirasi oleh suku di Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik. Ternyata, yang bisa membuat suku tersebut kuat adalah lingkungan sekitarnya yang telah melatih mereka dengan sendirinya selama bertahun-tahun.

Akhirnya, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode naturalle yang terkenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘to be strong, to be useful’.

Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing, dan swimming. Metode itulah yang akhirnya dipakai para tentara Prancis di perang Vietnam. Salah satu yang mendalami latihan itu adalah Raymond Belle, ayah David Belle itu sendiri.

Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.

Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).

Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama Yamakasi. Bersama teman masa kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.

David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang keefektifan dan efisiensi yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi melewati rintangan dengan cepat dan efisient. Sedangkan Sebastian lebih memilih untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan “pacours du combatant” yang akhirnya menjadi Freerunning. Hal tersebut yang membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang dengan parkour.

Saat ini David Belle memulai tur dunia dengan asosiasi yang dia dirikan (PAWA) bersama tim Parkour yang dulu dia dirikan. Dan ini hanyalah sebuah awal
Terminology

Parkour berasal dari kata parcours du combatant yang berarti pelatihan halang rintang untuk sesi militer. Kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. “Parkour’s philosophy about efficiency” .

Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata “tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).
Filosofi dan nilai moral dalam Parkour.

Definisi dari Parkour sendiri adalah seni berpindah tempat melewati beberapa obstacle dari point A menuju point B. Seni ini adalah cara baru untuk beradaptasi lingkungan atau melewati segala macam bentuk obstacles yang ada di sekitar kita hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh manusia seutuhnya.

Tujuan dan inti dari Parkour itu sendiri adalah mampu menghadapi semua rintangan atau obstacles di sepanjang track yang kita lalui, baik itu di lingkungan alam maupun di lingkungan perkotaan, dengan mengunakan beberapa gerakan yang istimewa dan indah dengan cara mengkombinasikan beberapa gerakan yang mengalir dan control yang penuh.

Parkour juga mengandung pembelajaran yang positif untuk diri sendiri, yaitu manjawab tantangan untuk melawan semua rasa takut dari dalam diri kita sendiri. Karena kadangkala setiap rintangan dan obstacles yang akan kita lalui tidak seperti yang pernah kita bayangkan.

Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam Parkour

1. Seni untuk melewati semua masalah dalam track kehidupan.

Saat kita menjalankan track kehidupan, terdapat banyak rintangan dan masalah hidup yang terlihat seperti obstacles dalam hidup. Semua orang pasti mempunyai tjuan akhir. Tapi saat kita bergerak ke tujuan akhir, banyak rintangan (obstacles) yang menghadang. Dengan memakai prinsip dari Parkour, kita akan berusaha melewati rintangan obstacles tersebut dengan indah dan penuh control. Memecahkan masalah yang kita hadapi dengan efektif dan efisien. Semua manusia pasti mempunyai track kehidupannya masing-masing.

2. Melawan Rasa takut.

Seseorang yang takut untuk mencoba, tidak akan berbuat apa-apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa. Semua manusia pasti melewati proses seperti ini. Kalau kita tidak bisa melawan rasa takut, ngga akan ada kemajuan dalam kehidupan. Kita bisa naik motor, sukses dalam bisnis, menang tender dan sebagainya adalah buah dari keberanian kita melawan rasa takut.

Tapi ingat ukur ketakutan dan keberanianmu dengan meteran nyali. Kalau kita terlalu berani, kita akan bertindak bodoh, ceroboh bahkan celaka. Tapi kalo terlalu takut, maka kita tidak akan berbuat apa-apa. Jadi antara rasa takut dan berani harus seimbang.

3. Bangkit dari kegagalan.

Saat kita mencoba suatu gerakan di Parkour, kita akan selalu mengalami kegagalan atau jatuh. Tapi kalo kita terus bangkit berdiri dan mencoba lagi, kita pasti akan bisa menguasai salah satu gerakan tersebut. Begitu pula dalam kehidupan. Intinya berani gagal alias berani jatuh. Coba lagi dan pelajari supaya tidak gagal dan jatuh lagi.

4. Flexibilitas dan fluiditas.

Berlatih Parkour akan membuat diri kita flexible dan semangat kita terus mengalir. Begitu pula dalam kehidupan. Saat kita berada dalam lingkungan baru, kita berpikir untuk tetap flexible dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Walaupun lingkungan tersebut awalnya tidak membuat diri kita nyaman. Sedangkan fluiditas akan membuat diri kita mempunyai semangat yang terus mengalir untuk menjalani kehidupan walaupun mempunyai masalah yang berat.

5. Kreatifitas dan kebebasan.

Dalam Parkour kita bisa berkreasi untuk menciptakan gerakan atau menggabungkan beberapa gerakan dasar menjadi gerakan baru tergantung kreatifitas kita. Hidup pun begitu, kita harus kreatif sehingga bisa berguna dan bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu, Parkour juga mengajarkan kita untuk bergerak bebas menuju kebebasan tanpa melawan aturan.
Parkour menentang kompetisi.

Sebuah kampanye datang dari beberapa praktisi Parkour tentang menentang keras adanya kompetisi dan rival di dalam Parkour. Kompetisi tidak sesuai dengan filosofi dan nilai moral dari parkour yang mengutamakan kebebasan. Kompetisi hanya akan mendorong seseorang untuk mengalahkan orang lain yang disaksikan oleh penonton atau hanya akan menambah keuntungan oleh beberapa corporasi yang hanya mengambil keuntungan dari Parkour.

Latihan Parkour bukan ditujukan untuk melawan atau mengalahkan orang lain. Parkour ditujukan untuk membantu orang lain sehingga manusia mempunyai cara berpikir moderasi (sederhana) dan memiliki ketahanan fisik yang lama.
Parkour Bukan Olah Raga Ekstrem.

Banyak orang awam yang melihat video-video Parkour mulai beranggapan bahwa Parkour adalah olah raga ekstrem dan menggolongkannya dengan olahraga seperti skate board, bmx dan lainnya. Sehingga banyak orang yang nekat melakukan gerakan-gerakan berbahaya yang akhirnya berakibat pada cedera serius.

Teknik-teknik Parkour


Parkour tidak hanya berhubungan dengan nyali saja, tapi sangat berhubungan erat dengan pikiran matang, latihan fisik dan dan teknik yang terus menerus dilakukan. Gerakan-gerakan yang kita lihat melalui video seperti yang dilakukan David Belle dan anggota Yamakasi merupakan hasil dari sebuah latihan panjang selama belasan tahun.
Mengembangkan dan menyebarkan Parkour

Saat ini Parkour mulai dikenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Perlahan-lahan beberapa traceur yang mengerti akan filosofi dan teknik dalam Parkour mulai bertambah. Berkat pembelajaran dari beberapa informasi yang benar mengenai originalitas tentang parkour dari sumber-sumber terpercaya, lambat laun Parkour menjadi sebuah kebutuhan dan disiplin dalam setiap traceur yang memiliki pemahaman dalam jiwanya masing-masing. Pengetahuan seperti inilah yang harus disebarkan ke masyarakat luar dan memberikan edukasi yang benar tentang Parkour mulai dari sejarah dan filosofi yang terkait di dalamnya.

Intinya adalah, Parkour bukan hanya melatih fisik saja. Parkour juga mencerminkan sebuah filosofi moral dengan nilai-nilai tersendiri. Bukan hanya sekedar sebuah olah raga, tapi juga sebuah seni. Dan yang paling penting Parkour adalah sebuah filosofi yang selalu dipakai semua orang setiap hari.

Rabu, 24 Agustus 2011

Dilusi

Dilusi
a. Proses untuk melemahkan atau mengurangi kekentalan
b. Hambar atau kondisi yang dilemahkan
c. Substance yang hambar

Saya sudah lama tidak ngepost artikel untuk waktu yang cukup lama karena pikiranku sibuk, dan baru sekarang saya mau membagikan apa yang ada dipikiranku. Catatan ini bisa membuat anda tersinggung, bisa terasa sangat tertuju kepada anda dan mungkin memang begitu.

Saya bisa hidup dengan dibenci karena menyatakan apa yang benar, tapi saya tidak bisa terus hidup dengan opini ini dan tidak membagikannya ke orang-orang yang saya rasa bisa terbantu. Saya tahu, saya bukan satu-satunya yang punya opini ini, dan saya rasa artikel ini sangatlah bermanfaat untuk diutarakan bila ini bisa merubah cara berpikir seorang dan membantu mereka. Catatan ini juga untuk teman saya yang baru-baru ini berhenti berlatih bersama. Seorang teman yang merasa rendah di latihannya, merasa ketingalan, cemas, merasa bahwa dia tak sehebat orang-orang lainnya. Catatan ini juga ditujukan untuk dia dan orang-orang lain yang merasa kecewa melihat orang-orang disekeliling mereka membuat hal-hal yang mereka tidak bisa lakukan…dan juga untuk para pendatang-pendatang baru di dunia parkour.

Kemarin adalah hari ke 1301 saya berlatih parkour, saya tidak percaya dengan merayakan hari aniversary tersebut, tapi di hari itulah semua pikiran pikiran dalam 2 minggu lewat dan datang bersama serta menyatu menjadi benda padat di kepala saya.

Saya mulai latihan 1301 hari lalu September 10, 2003, sehari setelah “Jump London” ditayangkan untuk pertama kalinya di Channel 4 dan sangatlah menakjubkan untuk berpikir berapa banyak yang telah terjadi dan berapa banyak hidup saya telah berubah semenjak itu.
Saya sangat ingat latihan pertama saya, 185 minggu dan 6 hari lalu, saya bersama teman baik saya waktu itu Tom, kami berdua sangat tidak sabar setelah menonton “Jump London” dan kami mau langsung Meloncat dan Memulai!. Saya ingat mencoba beberapa vaults, loncatan kecil melewati ayunan dan saya juga ingat dengan nyata ketakutan saya sewaktu saya loncat dari atap klub gimnas lokal dan berguling di rumput. Saya kira tingginya sekitar 12 feet [3.6576 m]. Saya melakukan hal ini karena saya pikir inilah parkour, meloncat dari tempat tingi dan hidup untuk menceritakan tentang kehebatan kita keesokan harinya. Betapa jauhnya kita semua telah berkembang dari cara berpikir demikian…atau salahkah saya?
Sekarang seperti banyak orang bilang, sehari setelah hari latihan pertama badan terasa seperti di neraka. Siapa yang ingat sensasi ngilu yang tak terbilang hanya untuk naik tangga sehari setelah latihan pertama yang keras?. Saya ingat paha saya terasa seperti dikeroyok oleh berandalan dengan pemukul baseball selama dua minggu.
Di jaman ini, ada kekayaan informasi yang tersedia untuk orang-orang yang baru memulai seni-disiplin (parkour) kita. Informasi yang saya tidak punya di jaman saya memulai latihan saya. Untuk saya, latihan waktu itu hanyalah “Percobaan dan Error” dan lebih banyak di errornya. Tapi walaupun dengan kegunaan belajar secara cepat dari pengalaman para traceur veteran, saya berpikir apakah ada akibat dari cara belajar demikian.
Saya sadar berapa sulitnya untuk David Belle dan OT [Original Traceur] lainnya di Lisses sewaktu mereka memasuki kegelapan 15 tahun lalu tanpa mengetahui apa yang mereka sedang lakukan atau kemana mereka akan pergi kedepannya. Mereka perlahan-lahan mengukir sebuah jalan ke sebuah tujuan baru dan menjadi cahaya penerang di jalan itu untuk orang-orang ikuti. Selama bertahun-tahun mereka menciptakan gerakan-gerakan dasar dan menyempurnakannya hingga hampir semua rintangan bisa dilewati dengan mengunakan beberapa tekik dasar, hal ini sebuah prestasi yang luar biasa. Sebuah petualangan singkat yang traceur jaman ini bisa lewati dengan cepat, mereka (orang-orang baru di parkour) belajar 10 teknik baru dalam waktu 2 bulan, yang akan memakan 5 tahunan bagi para Original Traceur di Lisses tahun 90′an untuk mencapai hal itu.
Jadi dengan kecepatan kita berkembang, membangun dan belajar, pasti tentunya kita bisa mengejar mereka para Original Traceur yang mengukir di depan dan bisa membantu mereka menjadi pelita penerang jalan ini bukan?
Saya rasa tidak.
Saya rasa kita berjalan terlalu cepat dijalan yang sama dengan mereka dan kita akan kehabisan bahan bakar (ebergi) sebelum kita bisa mengejar mereka. Mereka para Original Traceur melihat ke belakang, melihat kita (praktisi parkour) di kejauhan dan mungkin mereka berharap kita bisa mengejar mereka dan membentuk seni-disiplin (parkour) ini bertumbuh, tapi saya rasa, tak akan ada generasi di depan yang bisa mengejar mereka. Saya mau mengutip Sthephane Vigroux [salah satu OT] “saya rasa untuk kebanyakan orang ini harus lebih personal…semua orang sedang bergerak…saya sangat senang untuk mereka…tapi terlalu terburu-buru, terlalu cepat, terlalu gampang, terlalu banyak pertunjukan…terlalu banyak” [video S$F volume 3]
Ada beberapa orang yang telah berlatih parkour kurang dari satu tahun dan bisa melakukan hal-hal yang lebih besar dan lebih jauh dari orang-orang yang sudah berlatih untuk 4 tahun dan saya rasa ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang tersedia sekarang. Ini bisa terdengar baik, di generasi yang mendatang, orang-orang bisa meloncati proses “Percobaan dan Error” dan melekat dengan apa yang terbukti bekerja untuk menggapai level yang baik di parkour. Tapi saya cemas.
Saya rasa proses “Percobaan dan Error” telah mengajarkan Orignal Traceur [OT] di Lisses banyak tentang diri mereka dan menyuntikkan gaya kreatifitas dan cinta serta keberanian yang mulai terlupakan di jaman ini, dan terganti oleh latihan yang terlalu mengikuti “buku petunjuk”. Bukannya saya percaya bahwa mereka [OT] mempunyai adaptasi fisik dan fisik yang lebih baik dari saya, saya percaya ini akan terdilusi lebih jauh lagi di generasi-generasi mendatang sewaktu traceur-traceur masa depan akan mulai latihan. Orang-orang di jaman sekarang punya daftar gerakan gerakan untuk dipelajari dan di check off serta dengan cepat pindah atau belajar ke sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang lebih menakjubkan.
Terasa seperti cara untuk dihormati di komunitas parkour saat ini adalah untuk membuat sesuatu yang besar dan terbaik dengan jangka waktu latihan yang minimal. Asal anda lakukan, tak peduli berapa tidak rapi gerakannya, berapa lamban untuk memanjatnya, bagaimana tempat pendaratannya, atau berapa kerusakan yang dialami orang itu. Semua orang berkata-kata si “X” bisa “Y” artinya dia lebih hebat dari “Z” karena dia baru latihan untuk “W” bulan! Hal ini bisa terus terjadi dan ini saya rasa telah merusak alam asli parkour. Orang-orang melakukan gerakan-gerakan yang hebat supaya dikenal orang lain. Dan ini sangatlah menyedihkan bagi para praktisi parkour lainnya yang bekerja keras untuk meningkat tahap demi tahap untuk melihat hal-hal itu terjadi di sekitar mereka. Mereka terpengaruh [tertekan] untuk mencoba hal-hal yang melebihi level mereka sewaktu mereka melihat hal-hal itu dan ini bukanlah salah mereka.
Untuk saya Parkour adalah petualangan panjang dan bermanfaat, bukanlah hanya sebuah pertarungan jangka pendek.
Saya bukan hanya cemas untuk perkembangan Mental dan Kreatifitas Praktisi baru yang terkorbankan. Saya juga merasa perhatian tentang kemampuan Fisik mereka orang-orang baru yang tak terliput dari cara progressi yang terlalu mengikuti “Buku cetak”.
Seperti diri saya, sebagian dari kalian pasti punya kenangan di mana hanya kakek anda yang bisa membuka toples botol di meja makan, walaupun dia sudah tua.”Kekuatan Kakek” ini bukanlah mukjizat, tapi ini adalah hasil dari 60 tahun kerja tangan keras dan kekuatan yang terbentuk dari bertahun-tahun penggunaan otot berulang kali.
Saya merasa cemas dengan jalan potong yang ada di jaman ini dari praktisi sekarang yang bisa mencuri pembangunan otot yang tak ternilai yang dipunyai traceur di Lisses. Akar-akar syaraf yang dalam, jumlah pengalaman dan ingatan otot, yang tak ada buku, article, atau pembicaraan bisa memberikan “kekuatan kakek”.
Kita semua tahu bagaimana mengkodisikan/workout (latihan fisik) diri kita akan membatu perkembangan teknik anda, tapi saya rasa sebagian orang masih memaksa perkembangannya terlalu terburu-buru dan berkembang terlalu cepat. Saya sering melihat hal-hal yang praktisi baru lakukan yang praktisi dengan pengalaman bertahun-tahun belom pernah lakukan, dan terkadang mereka (praktisi lama) merasa tidak enak.. sering mereka menemukan diri mereka (praktisi lama) bertanya tentang latihan mereka dan bingung kenapa mereka tak sehebat yang lainnya (para praktisi baru). Bingung di mana mereka tertingal dan bingung kenapa semua orang terlihat lebih baik dari mereka.
Orang-orang mendatangi saya depresi tentang latihan mereka dan mencari bimbingan dan bertanya dimana mereka salah, bingung apa yang dipunyai orang-orang baru yang mereka tak punya. Jawaban yang saya berikan hanyalah sederhana. Praktisi baru yang membuat loncatan besar, teknik yang megah, yang besar, yang susah, yang panjang dan lain-lain telah menyalakan sumbu yang akan terbakar habis sebelum mereka inginkan. Ini karena tubuh mereka belum siap dengan apa yang mereka lakukan. Ini bukanlah masalah lutut saja, bagaimana dengan kerusakan yang terjadi di bahu mereka sewaktu mereka melakukan ayunan “drop” yang besar dari batang ke batang pohon? Bagaimana dengan sikut mereka?
Apakah effek samping dari hal ini?
Apakah effek samping dari lompatan arm jump [cat leap] sejauh 12 kaki [3.6 m]kalau bahunya belom mengalami 10000 kali loncatan cat leap yang lebih kecil?
Apakah effek samping dari Drop 15 feet [4.5m] ke beton kalau kakinya belom pernah mengalami 10000 drop dari 5 feet [1.5m]?
Waktu yang akan menjawabnya.
Lihatlah Traceur-Traceur terbaik di dunia. Pergi ke Lisses dan perhatikan mereka, bicara dengan mereka, berlatih dengan mereka dan belajar dari mereka. Mereka adalah yang terbaik bukan karena keturunan dari leluhur atau karena mereka gila untuk mencoba segala hal yang baru sewaktu mereka muda serta mereka bukanlah yang terbaik karena mereka berkembang dengan cepat. Mereka adalah yang terbaik dan terkuat karena mereka berkembang dengan bertahap. Mereka membangun lapisan demi lapisan tameng di tubuh mereka selama bertahun-tahun. Mengulangi gerakan-gerekan beribu-ribu kali dan tak terburu-buru menjalani proses tersebut. Mereka mempunyai “kekuatan kakek” yang terakar dalam dan resilience [kenyal bisa memantulkan] dan kekebalan terhadap injury yang datang dari perkembangan tahap demi tahap.
Berbagai interview dengan David Belle yang telah bertanya tentang icedera yang dialaminya dan David menggeleng kepalanya dan menyatakan bahwa lututnya baik, tangannya baik-baik dan dia tak merasa sakit. Ini setelah 18 tahun berlatih. Sangat berbeda dengan sekarang, kita punya orang-orang yang baru satu tahun berlatih terus keluar berbulan-bulan karena masalah lutut, dislokasi punggung, tondonitis…operasi untuk memperbaiki badan sebelum umur 20 tahun. Apakah ini hanya kebetulan saja? Atau apakah ini karena kita terlalu mendorong keras, terlalu cepat, berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terlalu banyak membandingkan diri ke orang-orang lain?
Parkour adalah petualangan yang personal penuh dengan kerja keras. Tidak ada jalan potong dan tidak ada yang cepat adanya, kalau anda mau “untuk jadi dan bartahan lama” [Philoshopy Original Traceur " etre et durer"], saya menyarankan anda untuk melihat baik-baik kepada bentuk latihan anda dan tanya ke diri anda apakah anda hanya melakukan ini untuk bersenang-senang, hanya untuk beberapa tahun sebelum anda bisa dapat rumah, dapat kerjaan, kawin dan punya anak dan pesiun. Kalau hanya demikian, ya buatlah apa yang anda mau, pergi meloncat loncatan besar itu, buat apa yang anda mau dan jangan lihat kembali ke belakang. Sadar saja bahwa anda memberikan efek kepada orang-orang lainnya, yang melakukan parkour dengan serius dan bekerja keras untuk menjadi kuat, pikirkan dua kali sebelum anda mau berkata kepada mereka “Gua bisa buat ini, kenapa loe kagak buat juga?”
Tapi jika anda benar-benar mau mendisiplin diri anda, menjadi kuat dan bertahan lama di parkour, jangan membandingkan diri anda ke orang lain.
Memang sangat menggoda untuk berbuat sesuatu yang melebihi level anda sewaktu anda melihat orang yang pengalamannya lebih sedikit dari anda melakukannya. Jadilah orang yang bijak dan sadarlah akan kerusakan yang mereka berikan pada diri mereka sendiri dan banggalah untuk mengetahui bahwa anda tidak jatuh ke pengaruh orang. Sepuluh tahun ke depan ketika mereka sudah berjalan dengan tongkat, anda akan bisa melakukan loncatan mereka 100 kali tanpa meneteskan sebutir keringat.
Saya tidak terlalu pasti bagaimana kita bisa membantu traceur generasi depan dan masa depan parkour. Dengan memberikan mereka pengalaman kita, kita bisa mempersiapkan mereka, tapi ini tidak bisa menjadi substitusi proses “percobaan dan error” atau kita hanya akan menjadi hasil cloning guru kita. Haruslah ada elemen “percobaan dan error” dan elemen explorasi. Mereka juga harus diperbolehkan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing tanpa merasa tertekan dengan orang-orang di sekeliling mereka.
Saya akan membuat ini tujuan personal saya untuk membantu orang-orang yang saya lihat terpengaruh untuk melalukan sesuatu yang mereka tak inginkan. Akanlah sangat baik jika anda yang membaca ini juga bisa mengikuti dan membantu saya.
Untuk merangkum 2 hal di artikel ini…
  1. Jikalau anda adalah pendatang baru di parkour, cari tahu sebanyak-banyaknya dan belajar dari orang-orang yang telah melangkah sebelum anda. Tapi jangan sampai hilang kreatifitas dan kemampuan untuk berfikir buat diri anda sendiri. Cobalah hal-hal baru, jelajahi methode-methode berbeda dan berkembanglah di kecepatan langkah anda sendiri. Dan ingat orang-orang sebelum anda mempunyai pengalaman fisik yang telah dibangun “kekuatan kakek” dan tak bisa diajarkan atau diwariskan. Anda bisa terburu-buru dengan teory, tapi tidak bisa mengambil jalan potong di tahap practikal jikalau anda mau untuk bertahan lama di disiplin ini.
  2. Kalau anda adalah orang yang lebih berpengalaman di Parkour dan merasa bahwa pendatang-pendatang baru lebih hebat dari anda, janganlah merasa terpaksa untuk memaksa diri anda untuk melakukan hal-hal yang mereka lakukan. Cobalah untuk memperingati mereka tentang bahayanya untuk mencoba hal-hal yang melebihi kapasitas mereka. Walaupun mereka bisa, bukan berarti harus dilakukan. Mereka mungkin berkembang dengan cepat karena banyaknya informasi yang tersedia, tersaji karena kerja keras dan pengalaman anda.
Jika anda peduli dengan masa depan parkour, adalah kewajiban kita untuk berkembang dengan pikiran yang sehat dan peringatkan mereka [yang nafsu dan maksa banget], jika anda rasa mereka terlalu memaksa atau terburu-buru bahwa mereka harus perlahan sedikit. Jika kita tidak melakukan hal ini, parkour akan perlahan-lahan mati dengan praktisi yang menjadi duplikasi [Original Traceur] yang melemah dan semakin melemah karena banyaknya cedera latihan yang terlalu memaksa dan kehancuran sendi.
Apakah anda akan membantu mendilusikan parkour dan traceur-traceur mendatang, atau apakah anda akan membantu mengentalkannya dan memperkuat mereka?
penulis: Chris “Blane” Rowat
http://blane-parkour.blogspot.com/2007/04/dilution.html
http://parkour.net/Dilution-t34.html

Sabtu, 20 Agustus 2011

Parkour Anti Kompetisi


Para member dari komunitas Parkour berdiri tegas melawan ide kompetisi parkour yang terorganisir.
Alasan kami:
  • Kami tidak percaya akan adanya kelas elit.
    Kami tidak percaya akan adanya seleksi special di antara para traceur.
  • Kami tidak percaya bahwa parkour membutuhkan hirarki atau perbedaan level-level kemampuan setiap traceur.
  • Kami percaya bahwa untuk menjadi “yang terbaik atau terkenal” itu tidak ada artinya di Parkour, karena kemenangan atau kekalahan itu tidak berarti apa-apa di dalam filosofi parkour.
  • Kami tidak menerima elemen-elemen pendorong seperti demikian di dalam filosofi parkour.
Kami percaya motivasi untuk latihan [parkour] selalu harus datang dari dalam hati seorang.
Kita bekerja keras untuk menjadi lebih kuat untuk diri kita dan orang lain, bukan untuk berkompetisi melawan orang lain, melainkan berlatih bersama dan membantu orang lain.
Karena itu kami menolak dan tidak memperdulikan segala jenis persaingan di antara sesama traceur atau sesame manusia lain. Kami menghargai hormat mutual dan solidaritas untuk terus berkembang sebagai individu dan sebagai komunitas.
Kami percaya bahwa akan tidak sesuai dengan philoshopy parkour untuk berkompetisi dan memenangkan hal-hal yang bukan bagian dari nilai-nilai moral dalam parkour. Hal-hal seperti medali, hadiah-hadiah, ranking, piala, uang, popularitas, penghargaan, atau glory. Termasuk hal seperti cari-cari perhatian orang [hanya untuk menunjukkkan bahwa anda punya kehebatan].
Daripada itu, kami lebih mencari hasil dari apa yang kami lakukan. Hasil yang tak ternilai dan bermanfaat. Kami juga mencari manfaat-manfaat dari Parkour yang bisa kami bagikan.
Kami adalah pemberi bukan penerima [pengambil].
Kompetisi mendorong orang-orang yang belum siap untuk mengorbankan kesehatan mereka untuk kemenangan cepat atau untuk mendapatkan ranking yang tak berarti. Kompetisi mendorong yang elit [pro] untuk terus menerus dan berulang-ulang membahayakan kesehatan mereka yang berharga, hanya karena obsesi dan obligasi untuk menang, dan hal-hal lain yang akan mengancam mereka bila mereka kalah, seperti kehilangan uang, ranking, status, kesombongan [kebanggaan], dan kontrak-kontrak profesional sponsor serta deal-deal komersil.
Kompetisi hanya akan membawa traceur kepada latihan-latihan yang tidak seimbang hanya berfokus kepada gerakan-gerakan yang dibutuhkan untuk menang. Ini akan mendatangkan injuri-injuri kronis.
Walaupun wewenang olahraga resmi menyangkalnya, pengunaan obat-obatan [doping] seringkali terlibat di level-level kompetisi, entah apakah mereka disuap atau tidak. Kami percaya bahwa akibat-akibat dari kompetisi level tingi itu sangat tidak sesuai dengan filosofi parkour yang menekankan untuk berlatih tak berlebihan [moderation] dan kebutuhan untuk hidup sehat yang tahan lama [enduring].
Parkour itu rendah hati, sabar dan seni-disiplin [cara hidup] yang berlangsung untuk seumur hidup. Dan tubuh manusia membutuhkan conditioning [latihan/workout] terus menerus untuk memastikan kekuatan dan katahanan lamanya.
Moderation [tak berlebihan] adalah salah satu nilai atau moral dalam parkour yang penting. Sebuah kualitas yang tidak bisa diacuhkan untuk merawat tubuh dan supaya bisa endure [tahan lama]. Karena itu, kami menolak segala hal yang tak sesuai dengan moderasi, hal-hal yang merusak tubuh.
Parkour tidaklah dimiliki oleh korporasi-korporasi, sponsor-sponsor, media dan orang-orang yang hanya mau menonton dari rumah.
Kami percaya bahwa kami tidak akan menerima aktifitas-aktifitas dan rencana-rencana yang akan menyalahgunakan parkour, mengotori nama, merusak gambaran tentang parkour hanya untuk menarik perhatian masyarakat dan media kepada sesuatu yang BUKAN lagi parkour, dengan perlawanan dari majoritas komunitas ini terhadap intensi-intensi tersebut.
Dengan itu, kami menegaskan bahwa parkour itu adalah seni-disiplin NON-kompetisi yang dipunya oleh semua practitionernya, komunitas-komunitas lokal, teman-teman, dan semua manusia secara keseluruhan.
Kita percaya bahwa kita harus berdiri bersama melawan ambisi-ambisi yang tidak memantulkan philosophy parkour yang original, hal-hal yang tidak sopan ke philosophy parkour dan komunitas parkour.
Kompetisi bukanlah sesuatu yang tak bisa dihindari. Kompetisi hanyalah satu lagi rintangan! Support parkour original, jagalah kebebasan seni-disiplin yang kita punyai!
article ditulis oleh: Hebertiste [Erwan Le Corre] dan TK17 aka EnderWiggin [Duncan Germain]
Penerjemah : Emon (Edmund Solaiman)
Edit Bahasa : Bullseye (Fadli)